Bahaya
petasan mungkin semua orang sudah mengetahuinya, namun tetap saja barang ini
mudah ditemukan di mana-mana, khususnya saat bulan ramadhan. Anak-anak pun
seringkali memainkan petasan tanpa menyadari bahaya yang mengintai dibaliknya.
Selain berbahaya, petasan juga cukup mengganggu ketenangan orang.
Berikut
ini beberapa cara jika anak mulai bermain petasan:
·
Jangan
biarkan anak-anak bermain petasan sendiri. Permainan ini terlalu bahaya bagi
anak terlebih jika mereka tidak membaca cara penggunaannya.
·
Selalu
mengingatkan untuk membaca cara penggunaan ketika bermain petasan.
·
Beritahukan
bahaya permainan petasan. Selain bisa membuat anggota tubuh terluka jika
terkena petasan, juga membuat orang kaget sampai bisa berakibat fatal.
·
Sebagai
pengganti petasan, Anda bisa memberikan kembang api. Walaupun cukup aman bagi
anak, Anda harus tetap memperhatikan keselamatan anak. Seperti memastikan jarak
kembang api tidak terlalu dengan dengan anak-anak, menyuruhnya bermain kembang
api di tempat terbuka, dan jangan memegang kembang api yang sedang menyala atau
baru saja mati.
·
Jauhkan
juga kembang api dan petasan dari sesuatu yang mudah terbakar.
·
Jika
anak tetap bermain petasan di sembarang tempat bahkan sampai membuat kesal
orang lain, Anda bisa menghukumnya. Namun, jangan sampai menghukumnya dengan
kekerasan ataupun kata-kata kasar, bisa dengan memotong uang jajan dan hukuman
lainnya.
Jika
anak mengalami cedera di mata akibat percikan api, jangan sampai anak menyentuh
atau menggosok mata. Hal ini dapat menyebaban kerusakan lebih parah. Hindari
juga membilas mata menggunakan air atau menggunakan salep. Pastikan untuk
segera membawanya ke dokter atau rumah sakit terdekat. Bahaya petasan bisa
dicegah jika orangtua turut memberikan perhatian agar anak-anaknya tidak
menyentuh permainan ini.
Untuk
informasi lebih akurat, dapat berkonsultasi dengan dokter di Rumah Sakit Ibu
dan Anak Melinda atau dapat langsung menghubungi website kami di https://www.melindahospital.com/
.
