Pneumonia pada Balita

Pneunomia adalah infeksi saluran pernafasan bagian bawah dan merupakan masalah kesehatan di dunia karena tingginya angka kematian, diperkirakan lebih dari 2 juta balita meninggal akibat pneumonia dibandingkan penyakit lainnya. Pneumonia pada bayi dan balita yang disebabkan oleh bakteri dan virus serta dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti faktor lingkungan, faktor individu anak dan faktor perilaku. Faktor lingkungan meliputi kondisi rumah meliputi kepadatan rumah, ventilasi, kelembaban, pencahayaan, dan pencemaran udara di dalam rumah. Untuk faktor individu anak meliputi umur anak, berat badan lahir, status gizi, status imunisasi, dan pemberian vitamin A. Faktor perilaku meliputi pengetahuan orang tua, tindakan segera terhadap penyakit dan cakupan pelayanan kesehatan.

Kejadian  pneumonia  pada  bayi  dan  balita  selain  disebabkan  oleh  bakteri  dan virus juga  dipengaruhi  oleh  beberapa  faktor

sedangkan  untuk  faktor  perilaku  meliputi pengetahuan   orang   tua,   tindakan   segera terhadap penyakit dan jangkauan pelayanan kesehatan.

Faktor yang mempengaruhi Pneumonia pada Balita:

1. Pendidikan Ibu

Ibu yang bekerja diluar rumah anak balitanya berkemungkinan menderita pneumonia karena sebagian waktunya tersita untuk bekerja dan kurang merawat kesehatan anaknya sehingga anak balitanya kurang diperhatikan sehingga rentan terhadap berbagai penyakit salah satunya penyakit pneumonia.

2. ASI Ekslusif

Anak balita yang tidak diberi ASI eksklusif besar kemungkinan berpotensi menderita pneumonia dibanding dengan yang tidak diberikan ASI eksklusif. Pemberian ASI dapat memberikan kekebalan terhadap berbagai macam penyakit terutama pneumonia karena ASI mengandung zat kekebalan tubuh yang dapat melindungi dirinya dari berbagai penyakit infeksi, bakteri, virus, jamur maupun parasite.

3. Anak Balita Kurang Gizi

Anak balita dengan gizi kurang besar kemungkinan berpotensi menderita pneumonia.Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi timbulnya penyakit pneumonia pada anak balita adalah kekurangan energi protein. Akibat gizi kurang pada proses pertumbuhan dapat mengakibatkan gangguan pada proses pertahanan tubuh, penurunan sistem imunitas dan antibody berkurang sehingga mudah terserang infeksi terutama pneumonia.