Makna "Melayani Sepenuh Hati"

Sudah 10 (sepuluh) tahun Melinda Hospital berdiri, tepatnya tanggal 23 Juli 2004, dan sudah selama itu pula konsep dan pola melayani sepenuh hati disemai, ditanamkan, dipupuk, dipelihara dan diperjuangkan terus hingga sekarang.

Melayani harus sepenuh hati dan disertai dengan pikiran, perasaan dan kehendak yang tulus. Kepribadian seorang karyawan dalam melayani para pasien secara total atau sepenuh hati diyakini berdampak positif terhadap kesembuhan, jiwa dan raga pasien, juga semangat hidup, sikap, dan perilaku pasien.

Proses pelayanan yang berbasis hati ini juga berkaitan dengan pembentukan karakter karyawan. Dengan melayani sepenuh hati secara langsung dan kongkrit kepada pasien, dalam diri karyawan terjadi perubahan, penguatan pola pikir, pola sikap, dan pola tingkah lakunya yang positif. Salah satu contohnya adalah karyawan menjadi lebih optimis dalam bekerja, berpikiran luas, lebih sabar mampu mengendalikan emosi, dan lebih berpikiran positif.

Pelayanan yang berbasis hati ini juga diyakini berdampak positif bagi Citra Institusi dalam hal ini Melinda Hospital turut berkontribusi dalam meningkatkan Citra dunia Perumahsakitan Indonesia di kancah Internasional.

Melayani sepenuh hati bisa gagal jikalau karyawan dan dokter tidak peka terhadap kebutuhan pasien, tidak ramah terhadap pasien, dan tidak meminta maaf bila mengecewakan pasien. Sikap yang paling fatal dari pasien adalah bila dokter dan karyawan dianggap penyebab ketidaknyamanan atau kekecewaan. Hal ini akan merembet ke citra institusi yang semula diagung-agungkan bisa berubah 180 derajat menjadi mencibir, mencampakkan dan bahkan mengasingkan tidak mau dengar lagi.

Membiasakan untuk melayani sepenuh hati memerlukan kerelaan, dan upaya secara sungguh-sungguh serta komitmen yang serius, dengan memperhatikan praktek-praktek nyata antara lain sebagai berikut :

  • Rela untuk mendengarkan dengan empati.
  • Rela meluangkan waktu untuk menjawab dan berdiskusi dengan menggunakan berbagai media, termasuk dunia maya.
  • Menjalin komunikasi relationship dengan semangat keterbukaan, hangat, dan beretika.
  • Konseling, motivasi, dan semangat hidup.
  • Kelembutan dan melakukan sentuhan kasih kepada pasien.

Secara ringkas melayani sepenuh hati, yang pertama selalu bersyukur, yang kedua tidak lupa selalu berterima kasih atas kepercayaan pelanggan kita, ketiga sampaikan permohonan maaf atas kekurangan dan kekilafan kita sebagai manusia yang tidak sempurna.