KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Kamis 22 Februari 2018
by MelindaCare, via Artikel Penyakit
Apa itu stanting pada anak? Stanting merupakan kondisi balita yang lebih pendek dari standar tinggi badan anak seumurnya. Hal ini diakibatkan kurang gizi kronis karena kurangnya asupan gizi dalam waktu cukup lama. 
 
Menurut hasil riset Kesehatan Dasar 2013, di Indonesia terdapat sekitar 9 juta anak yang mengalami stanting!
 
Stanting pada anak menjadi salah satu indikator terbaik untuk menilai kualitas manusia di masa mendatang. Mengingat kerusakan di awal kehidupan anak bisa menyebabkan kerusakan permanen. Dan ketika anak mengalami stanting, maka akan menghambat perkembangan otak serta fisiknya.
 
Saat dewasa nanti, penderita stanting akan cenderung mengalami kegemukan, sehingga gampang menderita penyakit seperti stroke dan diabetes. Tidak hanya itu, saat memasuki usia produktifnya, daya saing anak stanting akan rendah. 
 
Seperti apa gejala anak yang mengalami stanting?
 
Anak dengan stanting memiliki gejala jangka pendek (pada masa anak-anak) dan jangka panjang (saat dewasa). Gejala stunting jangka pendek meliputi hambatan perkembangan, penurunan fungsi kekebalan, penurunan fungsi kognitif, dan gangguan sistem pembakaran. Sedangkan gejala jangka panjang meliputi obesitas, penurunan toleransi glukosa, penyakit jantung koroner, hipertensi, dan osteoporosis.
 
Adapun ciri-cirinya, yaitu :
 
1. kondisi gagal tumbuh pada anak balita, terutama pada 1000 hari pertama kehidupannya
2. pada anak usia 8-10 tahun, anak menjadi lebih pendiam dan tidak melakukan banyak eye contact
3. wajah tampak lebih muda dari usianya
4. tanda pubertas terlambat
5. pertumbuhan gigi terlambat
6. performa buruk pada tes, perhatian, dan memori belajar
 
Lalu bagaimana cara mencegah agar anak tidak mengalami stanting? 
 
Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi protein berpengaruh pada pertambahan tinggi dan berat badan anak di atas 6 bulan. Adapun sumber protein yang bisa Anda pilih yaitu nabati (kacang-kacangan, umbi-umbian, biji-bijian, dan sayuran) dan hewani (daging sapi, ayam, ikan, telur, dan susu).
 
 
Selain menjaga asupan makanan anak agar selalu bergizi, sangat penting juga menjaga kesehatan lingkungan sekitar. CUkup gizi, lengkapi imunisasi, dan perbaiki sanitasi menjadi kunci untuk mencegah stanting pada anak.
 
Semoga informasi seputar apa itu stanting pada anak ini bisa menambah wawasan Anda.
Komentar Artikel Apa Itu Stanting pada Anak?
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI