KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Rabu 23 Mei 2018
by MelindaCare, via Artikel Penyakit

Bahaya kesemutan ini tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh sebagian besar orang. Anda pasti pernah mengalami kesemutan. Mungkin Anda berpikir kesemutan yang Anda alami tersebut biasanya terjadi karena posisi yang salah saat duduk atau otot yang tegang. Namun, hal ini jangan Anda anggap sepele karena kesemutan tidak disebabkan oleh kedua hal tersebut. Bisa jadi, kesemutan merupakan peringatan telah terjadinya gangguan kesehatan yang serius.

Kesemutan atau dalam istilah kedokteran adalah parestesia, yang merupakan sensasi pada permukaan tubuh tertentu yang tidak dipicu oleh rangsangan dari luar. Parestesia adalah sensasi rasa dingin atau panas di suatu bagian tubuh tertentu atau sensasi rasa yang dilalui sesuatu. Parestesia terjadi bila iritasi pada serabut saraf yang membawa sensasi kesemutan.

Kesemutan terjadi pada saat syaraf dan pembuluh darah mengalami tekanan. Misalnya, saat duduk bersimpuh atau menekuk kaki terlalu lama, maka syaraf dan aliran darah dapat terganggu. Kesemutan akan mereda dan hilang, apabila bagian tubuh yang mengalaminya digerakkan. Kesemutan merupakan suatu gejala manifestasi dari gangguan sistem saraf sensorik akibat rangsangan listrik pada sistem yang tidak tersalurkan. Misalnya, aliran darah tertutup akibat satu bagian tubuh tertentu ditekuk terlalu lama.

Waspadailah bila Anda mengalami kesemutan secara tiba-tiba tanpa sebab. Anda harus berhati-hati karena keluhan ini bisa menandakan adanya gejala kencing manis, gangguan ginjal, hipertensi, tumor otak, bahkan stroke.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda waspadai terhadap gejala-gejala kesemutan :

  • Saat Anda mengalami mati rasa atau melemahnya kemampuan gerak secara mendadak pada bagian wajah, tangan, atau kaki, terutama jika terjadi hanya di satu sisi tubuh (kiri atau kanan).
  • Penglihatan tidak jelas, pada salah satu atau bahkan kedua mata.
  • Kehilangan keseimbangan secara mendadak ketika sedang berdiri atau berjalan.
  • Sering mengalami sakit kepala secara mendadak tanpa diketahui penyebabnya.
  • Adanya beberapa tanda lain, seperti gangguan penglihatan dan pendengaran, bahkan sakit kepala yang disertai sering muntah-muntah.

Bila Anda mengalami gejala-gejala tersebut, segera periksakan diri ke dokter agar secepatnya dapat ditangani, dicegah dan diketahui penyebabnya serta dapat diobati dengan mudah. Namun, bila kesemutan tak juga hilang sesaat setelah bagian tubuh digerakkan, atau waktu semula hanya dialami sebagian kecil organ tubuh dan kemudian merambat ke bagian yang lebih luas, atau pada awalnya hanya mengalami sesekali dan tiba-tiba menjadi sering, atau bahkan kesemutan bisa menjadi kebal, sebaiknya segera mungkin Anda ke dokter untuk diperiksa lebih lanjut karena bisa jadi kesemutan seperti ini dapat menjadi gejala penyakit yang serius.

Saat dokter memeriksa, terlebih dahulu akan menyelidiki bagian tubuh yang mengalami kesemutan, seberapa luasnya, tempat awal kesemutan, dan perkembangan kesemutan sejak awal terjadi. Dari kejadian tersebut dapat menunjukkan adanya penyebab penyakit yang bisa terjadi pada saraf tepi, otot, sumsum tulang belakang, atau bahkan otak.

Berikut beberapa gangguan kesehatan serius yang diawali dengan gejala kesemutan, antara lain :

  • Radang sumsum tulang belakang (myelitis)
  • Ini terjadi pada orang dewasa, dan terkadang gejala kesemutan didahului dengan flu berat. Kesemutan akan terus dirasakan, dan naik dari ujung kaki hingga ke pusar (perut tengah) serta berkembang menjadi rasa tebal di permukaan kulit. Biasanya, penderita akan mengalami kesulitan berjalan. Radang sumsum tulang belakang terjadi karena adanya serangan virus cytomegalovirus (CMV). Penderita akan merasa tidak terkontrol pada saat buang air kecil dan sulit untuk buang air besar. Penyakit tersebut dapat disembuhkan secara total, dapat pula hanya sebagian, bahkan ada pula yang mengalami lumpuh.
  • Diabetes mellitus atau kencing manis
  • Adanya kerusakan pembuluh-pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung syaraf berkurang. Merasakan nyeri yang menikam, seperti ditusuk-tusuk di ujung telapak kaki.
  • Carpal Tunnel Syndrome (CTS)
  • Biasanya kesemutan ini menyerang pada bagian ujung jari, biasanya tangan kanan, dan kemudian menjadi tebal, saat digunakan beraktivitas. Gejala kesemutan tersebut berhubungan dengan rongga pada pergelangan tangan (karpal) yang mengalami pembesaran otot-otot sehingga menekan saraf yang melewatinya. CTS dapat menjadi gangguan lebih serius bila didiamkan cukup lama, misalnya sekitar 1-2 tahun. Dan pada tahap inilah tekanan otot sudah mengganggu aliran darah ke bagian tangan, dengan akibat otot-otot yang mengalami kekurangan nutrisi dan akan mengecil sehingga dapat melemahkan otot-otot.
  • Jantung
  • Hal ini dapat timbul karena komplikasi jantung dan sarafnya. Biasanya, penderita pernah menjalani operasi pemasangan klep jantung. Pada saat pemasangan, adanya pembekuan darah yang menempel dan kemudian terbawa aliran darah ke atas, lalu menyumbat di salah satu pembuluh darah di otak. Bila sumbatan di otak mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, maka penderita akan merasakan kesemutan hanya sebelah saja. Dan bila daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, maka kesemutan yang terjadi dapat menyebabkan kelumpuhan.
  • Reumatik
  • Gejala kesemutan karena reumatik akan hilang bila rematik telah sembuh.

Semoga dengan adanya informasi bahaya kesemutan ini bisa membuat Anda lebih menjaga kesehatan.

Komentar Artikel Bahaya Kesemutan yang Belum Diketahui Banyak Orang
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI