KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Selasa 20 Oktober 2015
by MelindaCare, via Artikel Penyakit

Apa itu ISPA? ISPA merupakan singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut yang sedang marak terjadi di Indonesia akibat dari paparan kabut asap, dampak kebakaran hutan. Bukan hanya orang dewasa yang diserang namun juga anak bayi dan balita. Dan tidak sedikit yang menyebabkan kematian. Apabila menyerang ibu hamil dikhawatirkan akan membahayakan janinnya.

Penyakit ISPA adalah penyakit infeksi yang berawal dari saluran pernapasan hidung, tenggorokan, laring, trakea, bronchi dan alveoli. Maka pengertian ISPA dapat dikatakan sebagai penyakit infeksi akut yang menyerang salah satu bagian dan atau lebih dari saluran nafas mulai dari hidung (saluran atas) hingga alveoli (saluran bawah) termasuk jaringan adneksanya seperti sinus, rongga telinga tengah dan pleura. ISPA merupakan salah satu alasan yang umum digunakan untuk morbiditas pada anak. Kematian akibat penyakit ISPA telah tumbuh dan antimikrobanya sangat kuat sehingga perawatan kesehatan mendorong mayoritas anak-anak harus rawat inap.

Penyakit ini dapat ditularkan melalui udara pernapasan yang mengandung kuman yang dihirup orang sehat lewat saluran pernapasan. ISPA yang tidak ditangani secara lanjut apalagi dianggap sepele dapat berkembang menjadi pneumonia (khususnya menyerang anak kecil dan balita apabila terdapat zat gizi yang kurang dan ditambah dengan keadaan lingkungan yang tidak bersih).

Gejalannya antara lain dapat dilihat melalui sistem pernapasan adanya napas yang tidak teratur, retraksi dinding thorak, napas cuping hidung, sianosis , suara napas lemah atau hilang dan wheezing. Pasien penyakit ISPA juga dapat mengalami gangguan sistem kardiovaskular berupa tachycardia, bradycardia, hypertensi, hypotensi dan cardiac arrest. Biasanya keadaan yang dapat diamati pada pasien adalah gelisah, mudah terangsang, sakit kepala, bingung, papil bendung, kejang dan koma, letih serta berkeringat banyak.

Untuk mendiagnosisnya, dokter fokus pada pernapasan pasien. Bunyi napas di paru-paru diperiksa cairan dan peradangan. Dokter mungkin mengintip ke hidung dan memeriksa tenggorokan. Jika tertangkap awal, obat dapat membantu meringankan gejala sementara. Namun jika infeksi berkelanjutan, pemeriksaan CT-Scan diperlukan untuk memeriksa kondisi paru-paru.

Pengobatan pada penyakit ini biasanya dengan pemberian antibiotik. Walaupun kebanyakan ISPA disebabkan oleh virus yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian obat-obatan terapeutik, pemberian antibiotik dapat mempercepat penyembuhan penyakit ini dibandingkan hanya pemberian obat obatan symptomatic, selain itu dengan pemberian antibiotik dapat mencegah terjadinya infeksi lanjutan dari bakteri. Pemberian dan pemilihan antibiotik pada penyakit ini harus diperhatikan dengan baik agar tidak terjadi resistensi kuman/bateri di kemudian hari. Namun pada penyakit ISPA yang sudah berlanjut dengan gejala dahak dan ingus yang sudah menjadi hijau, pemberian antibiotik merupakan keharusan karena dengan gejala tersebut membuktikan sudah ada bakteri yang terlibat.

Pencegahan adalah cara terbaik dalam menangani ISPA. Berikut ini adalah beberapa pola hidup higienis yang bisa dilakukan sebagai tindakan pencegahan:

  • Mencuci tangan secara teratur terutama setelah beraktivitas di tempat umum.

  • Hindari menyentuh bagian wajah, terutama mulut, hidung, dan mata, agar Anda terlindung dari penyebaran virus dan bakteri.

  • Perbanyak mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin terutama vitamin C. Vitamin sangat membantu dalam meningkatkan dan menjaga sistem kekebalan tubuh Anda.

  • Hindari merokok.

  • Ketika Anda bersin, pastikan menutupnya dengan tisu atau tangan. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit yang bisa menular kepada orang lain.

Nah, sudah jelas kan apa itu ISPA? Lindungi segera keluarga Anda dari bahaya ISPA ya. 

 

Komentar Artikel Apa Itu Infeksi Saluran Pernapasan Akut?
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI