KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Senin 03 Agustus 2015
by MelindaCare, via Artikel P3K

Pemeriksaan fisik yang cermat, urut, dan teliti dari ujung kepala hingga ujung kaki penting untuk dilakukan. Selalu gunakan alat pelindung diri dan ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Periksa nafas korban (lihat sub-bab selanjutnya). Periksa laju nafas (cepat atau lambat), kedalaman nafas (dalam atau dangkal), dan tipe nafas (korban nampak mudah atau sulit bernafas, apakah nafas tenang atau berisik), Periksa nadi / denyut jantung korban (lihat sub-bab selanjutnya), nilai apakah nadi cukup kencang atau lambat, ritme reguler atau ireguler, dan kekuatan nadi lemah atau kuat.

  2. Mulailah pemeriksaan fisik dari kepala korban dengan menggunakan tangan penolong untuk meraba dan memeriksa apakah ada deformitas, pembengkakan, perdarahan, nyeri, atau depresi tulang kepala yang mengkin mengindikasikan fraktur. Waspadalah untuk tidak menggeser korban bila penolong mencurigai adanya fraktur leher.

  3. Bicara pada korban dengan jelas pada kedua telinga untuk menilai repon korban. Perhatikan apakah ada perdarahan, cairan bening, atau cairan berdarah yang keluar dari kedua telinga. Tanda-tanda berikut ini merupakan tanda cedera kepala serius.

  4. Periksalah kedua mata. Perhatikan apakah keduanya dapat membuka, selalu cek ukuran pupil mata (anak mata yang berwarna hitam). Pupil yang terlihat tidak simetris menunjukkan cedera kepala. Perhatikan tanda adanya benda asing, perdarahan, atau lebam pada bagian putih mata.

  5. Periksa bagian hidung apakah terdapat cairan dengan cara yang sama seperti pemeriksaan pada telinga. Carilah perdarahan, cairan bening atau, cairan berdarah yang keluar dari kedua lubang hidung. Tanda-tanda berikut ini merupakan tanda cedera kepala serius

  6. Periksa bagian mulut apakah ada benda yang dapat menyumbat saluran nafas. Bila korban memiliki gigi palsu yang tetap intak dan menempel dengan baik, jangan lakukan manipulasi. Carilah luka mulut atau perdarahan dan cek untuk ketidaknormalan pada barisan gigi.

  7. Periksa bagian kulit. Catat warna dan temperatur: apakah pucat, merah, atau biru keabu-abuan (sianosis), apakah hangat atau dingin, kering atau lembab? Kulit yang pucat, dingin, berkeringat mengindikasikan syok atau renjatan. Wajah yang merah dan hangat menunjukkan demam atau heatstroke. Warna kebiruan pada bibir, telinga dan wajah mengindikasikan kurangnya oksigen

  8. Longgarkan pakaian di sekitar leher dan perhatikan tanda seperti tato atau gelang medis, atau adanya stoma atau lubang pada jalur nafas. Periksa tulang belakang dengan mengunakan jemari tangan mulai dari dasar kepala sejauh mungkin tanpa menggerakkan korban. Periksa kemungkinan abnormalitas, pembengkakan, nyeri, atau deformitas

  9. Perhatikan gerakan dada. Minta korban untuk bernafas dalam, dan perharikan apakah kedua sisi dada dengan mudah mengembang simetris dan merata. Raba tulang-tulang rusuk untuk memeriksa adanya deformitas, iregularitas, atau kelainan lain. Perhatikan ekspresi korban saat dilakukan peraaan, dengarkan kelaianan suara nafas, dan lihat apakah korba merasakan nyeri saat perabaan. Carilah perlukaan luar seperti perdarahan atau luka tusuk.

  10. Raba tulang selangka, bahu, lengan atas, tangan dan jemari. Carilah adanya bengkak, nyeri atau deformitas. Periksa pergerakan bahu, pergelangan tangan, dan jemari dengan meminta korban untuk membengkokan dan meluruskan jemari

  11. Periksa apakah korban merasakan sesnasi abnormal pada lengan dan jemari. Bila ujung jemari berwarna pucat atau biru, kemungkinan korban mengalami masalah pada sirkulasi darah. Perhatikan tanda bekas jarum suntik pada lengan bawah, gelang atau tato medis.

  12. Bila terdapat kelainan pada pergerakan atau hilangnya sensasi pada anggota gerak, jangan gerakkan korban untuk memeriksa tulang belakang karena hal ini mengindikasikan cedera tulang belakang. Sebagai alternatif,selipkan tangan penolong pada bagian belakang dan periksa ada atau tidaknya pembengkakan dan nyeri.

  13. Raba abdomen korban perlahan untuk mendeteksi adanya bukti perdarahan, dan mengidentifikasi rigiditas atau nyeri dari dinding abdomen, yang merupakan tanda perdarahan internal. Bandingkan sisi satu abdomen dengan sisi lainnya.

  14. Raba dan rasakan kedua sisi paha, dan periksa daerah panggul tanda-tanda fraktur.Periksa pakaian apakah terdapat tanda inkontinensia yang mengindikasikan cedera kandung kemih atau tulang belakang, atau perdarahan dari orifisium yang mengindikasikan fraktur pelvis.

  15. Periksa tungkai apakah ada tanda perdarahan, pembengkakaan, deformitas, atau nyeri hebat. Minta korban untuk meningikan masing-masing kaki, agar menggerakkan mata kaki dan lutut.

  16. Periksa pergerakan dan sensitivitas sensoris pasien di ujung jemari kaki. Periksa apakah korban kehilangan sensasi abnormal pada kaki dan ujung jemari kaki. Bandingkan kedua kaki. Perhatikan warna kulit, warna kulit yang pucat menunjukkan gangguan sirkulasi dan cedera terhadap dingin. 

Komentar Artikel PEMERIKSAAN FISIK
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI