KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Senin 03 Agustus 2015
by MelindaCare, via Artikel P3K

Beberapa kecelakaan di lingkungan berair yang paling sering adalah tenggelam yang menyebabkan kematian akibat kecelakaan pada anak usia di bawah 16 tahun. Anak kecil-muda dapat tenggelam di kolam ikan, bath tub, bahkan toilet bila terjatuh dengan posisi kepala lebih dahulu sama seperti di laut, kolam renang dan danau. Tenggelamnya korban pada air yang sangat dingin dapat menyebabkan stimulasi berlebih saraf yang menyebabkan henti jantung, hiptermi, dan memperparah syok. Masuknya air pada tengorokan dan jalur nafas menyebabkan sumbatan nafas, selain itu air yang terinhalasi dapat ikut terserap masuk sistem sirkulasi darah menyebakan pembengkakan otak, jantung, atau paru-paru.

Bila korban ditemukan tidak sadar,angkat korban dari air dengan kepala dan leher tersokong, dan penolong tetap menjaga agar posisi korban tetap tegak. Ketika penooong sudah mencapai daratan, baringkan korban pada lantai dengan permukaan datar, buka jalan nafas, periksa pernafasan. Mulai RJP bila dibutuhkan.

PENGORGANISASIAN PENANGANAN GAWAT DARURAT DI TEMPAT KEJADIAN

Pertama-tama, area sekitar kejadian kecelakaan atau situasi emergensi dilarang dilintasi oleh sembarang orang. Pihak yang boleh memasuki area ini hanyalah: penolong pertama dan korban, polisi, ambulans dan bantuan medis profesional, petugas pemadam kebakaran (tergantung kondisi). Orang tnapa identitas yang jelas tidak diperbolehkan untuk masuk.

Triase

Pelayanan gawat darurat di tempat kejadian perkara pertama-tama menggunakan sistem triase, yakni pemilahan kategori prioritas penanganan korban berdasar survey primer yang dilakukan oleh penolong tim medis yang kompeten. Survey primer akan diikuti oleh survey sekunder yang akan dilakukan secara berulang dan setiap perubahan akan dimonitor hingga pemulihan korban atau transfer para korban ke pusat medis terdekat berhasil dilakukan dengan aman.

  • Korban yang tidak dapat berjalan harus melalui pemeriksaan lebih detail dan tergantung pada hasil penemuan, korban harus dipindahkan ke prioritas satu-penanganan gawat dan darurat (Triase Merah), atau prioritas dua- darurat tidak gawat (Triase Kuning) dan sesegera tindakan emergensi mungkin dikirim ke RS terdekat.

  • Korban yang dapat berjalan dengan cedera minor langsung dipisahkan ke area prioritas tiga (Triase Hijau), tidak gawat dan tidak darurat. Dan sesegera mungkin dilakukan tindakan dan dikirim ke RS terdekat

  • Korban meninggal dipisahkan pada daerah khusus (Triase Hitam) dan ditangani segera ke RS untuk identifikasi kematian.

  • Korban tidak terluka dapat dibawa ke pusat penampungan korban selamat.

Para penolong pertama tidak diperbolehkan masuk kecuali atas pengawalan dari pihak berwenang, atau memang sudah berada pada lokasi kejadian pada awal kejadian berlangsung. Dan ketika sudah berada pada lokasi kejadian, penolong pertama hendaknya mengikuti arahan dan instruksi petugas medis profesional, atau polisi, atau pemadam kebakaran.   

Komentar Artikel KECELAKAAN DI AIR
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI