KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Senin 03 Agustus 2015
by MelindaCare, via Artikel P3K
  • Ketika sesorang terkena sengatan listrik, lewatnya aliran listrik pada tubuh korban dapat menyebabkan korban pingsan, bahkan hingga henti nafas dan jantung. Sengatannya sendiri dapat menyebabkan luka bakar pada organ dalam, juga pada jaringan luka masuk (entry) dan luka keluar (exit) yang mungkin berukuran sangat kecil, bahkan tidak terlihat.

  • Beberapa faktor yang menetukan parahnyan kerusakanakibat sengatan listrik: voltase listrik, tipe arus (AC atau DC), dan jalannya arus listrik (tangan-tangan, tangan-kaki, atau kaki-kaki).

  • Tipe arus AC memiliki voltase rendah dan tegangan tinggi sehingga menyebabkan spasme otot (tetani) dan fenomena “terkunci” sehingga tubuh korban seperti terkunci dan tidak bisa melepaskan sumber sengatan listrik sehingga korban dapat terbakar hidup-hidup. Sedangkan tipe arus DC censerung menyebabkan kontraksi otot tunggal yang hebat yang menyebabkan korban terpental dari sumber listrik. Selalu waspada terlemparnya korban dapat menyebabkan trauma berat seperti cedera bahkan patah tulang belakang.

  • Perhatian:

    • Jangan menyentuh koran yang maih berkontak dengan sumber listrik

    • Jangan menggunakan apapun yang terbuat dari logam untuk memutuskan kontak listrik

    • Jangan dekati kabel listrik bertegangan tinggi hingga sumber listrik dimatikan.

    • Jangan pindahkan korban dengan luka sengatan listik kecuali korban dalam ancaman bahaya yang besar dan jelas atau sudah tidak lagi berkontak dengan sumber listrik.

    • Jika korban tidak sadar, dan keadaan sudah lebih aman untuk menyentuhnya, bukalah jalur nafas dan periksa pernafasan korban.

Sengatan Arus Listrik Voltase Rendah

Arus listrik bertegangan (voltase) rendah yang biasa digunakan di rumah dan tempat kerja dapat menyebabkan cedera serius atau bvahkan kematian. Insiden biasanya disebabkan oleh arus pendek . nak-anak biasanya memiliki risiko tertinggi dikarenakan keingintahuannya yang besar sehingga memasukkan jari pada soket listrik dinding.

Memtuskan kontak dengan listrik

  1. Sebelum memulai pertolongan, lihat terlebih dahulu, jangan langsung menyentuh korban. Bila korban masih terhubung dengan sumber lisrik, penolong kan ikut terkena setrum.

  2. Matikan sumber aliran listrik

  3. Bila memungkinkan, singkirkan sumber listrik dari korban maupun penolong. Penolong berdiri pada benda insulator seperti kotak kayu, karpet plastik, atau buku petunjuk telfon. Dengan menggunakan gagang sapu atau tongkat kayu, dorong bagian tubuh korban menjauh dari sumber tegangan listrik.

  4. Bila tidak memungkinkan untuk memutuskan kontak dengan benda dari kayu, lingkarkan tali di sekitar mata kaki korban atau dibawah tangan dengan hati-hati (tanpa menyentuh koran), dan tarik korban menjauh dari sumber aliran listrik.

  5. Ketika penolong yakin bahwa kontak korban denan sumber tegangan listrik sudah terputus, segera lakukan survey primer, dan tangani korban sesuai prioritas. Segera pangggil 118 atau RS terdekat.

Sengatan Petir

Petir yang mengandung ribuan volt listrik dapat merusak tanah bumi yang dihantamnya, begitu juga orang sekelilingnya. Walaupun sengatan listrik akibat petir hanya memakan waktu singkat, namun dapat menyebabkan kebakaran pada pakaian, dan henti jantung-paru. Pada korban dengan sengatan petir, resusitasi jantung-paru (RJP) harus segera dimulai.

Selalu amankan orang-orang dan pejalan kaki yang tidak berkepentingan pada area kejadian tersambar petir, karena, berbeda dengan mitosnya, sambaran petir dapat terjadi lagi pada tempat yang sama.  

Komentar Artikel KECELAKAAN ELEKTRIK / LISTRIK
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI