KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Senin 03 Agustus 2015
by MelindaCare, via Artikel P3K

Tingkat keseriusan kecelakaan lalu lintas dapat bervariasi dari sepeda manual, hingga kecelakaan kendaraan bermotor. Seringkali, tempat kecelakaan mengandung risiko keamanan yang serius, biasnya disebabkan lalu lintas yang masih berlalul lalang. Segera amankan diri penolong, korban dan pengguna jalan lainnya dari lintasan jalan raya. Beri pertolongan terhadap yang paling prioritas. Segera telfon ambulans RS terdekat atau 118.

Mengamankan Dearah Insidens

  • Langkah Meminimalisir Risiko:

    • Parkirkan mobil korban dengan aman: nayakan lampu “hazzard” dan gunakan jaket/rompi dengan warna kontras yang mudah dilihat.

    • Pasangkan segitiga peringatan (atau peralata lain dengan lampu hazzard) : minimal 45 m dari tempat kejadian pada setiap arah, pejalan kaki atau pengguna jalan yang penolong lain yang berada di sekitar tempat kejadian dapat melakukan hal ini, sementara penolong utama dapat menangani korban.

  • Amankan kendaraan: sebagai contoh, matikan mesin pada kendaraan yang kecelakaan, dan bila memungkinkan, putuskan baterai. Copot sambungan disel pada kendaraan bermesin disel.

  • Stabilkan kendaraan: bila kendaraan dalam keadaan tegak, pasang rem tangan, letakkan alat atau batu di depan dan belakang masing-masing roda kendaraan agar kendaraan tidak tergelincir. Bila kendaraan dalam keadaan terguling, jangan mencoba untuk membuatnya dalam keadaan tegak. Cukup jaga agar kendaraan tidak terguling lebih jauh.

  • Perhatikan kemungkinan anaman fisik lainnya seperti lalu lintas. Pastikan tak ada perokok di tempat kecelakaan.

  • Berikan tanda pada banuan gawat darurat pad setiap pecahan kendaraan, pecahan mesin, bahan bakar yang tercecer, atau kendaraan lain dengan mengunakan tanda “Hazchem”


Menilai Korban

  • Secepat mungkin nilai korban dengan survey primer. Selalu utamakan korban dengan ancaman nyawa paling berat. Selalu anggap korban mengalami luka serius (luka cervical atau tulang belakang). Jika memungkinkan, amankan korban pada posisi ditemukan dengan menjaga kepala dan leher dalam keadaan lurus setiap saat hinga bantuan lebih mahir datang.

  • Selalu awasi keadaan sekitar tempat, pastikan tidak ada korban kecelakaan yang terjebak atau terlempar dari tempat kejadian yang tidak terlihat kasat mata. Bila korban terjebak di dalam atau di bawah kendaraan, bantuan dari pihak pemadam kendaraan mungkin dibutuhkan.

  • Monitor dan rekam tanda vital korban: pernafasan, nadi dan tingkat kesadaran; hingga bantuan yang lebih profesional datang.

  • Perhatian khusus:

    • Jangan menyebrang melewati jalur motor untuk menyelamatkan korban.

    • Saat malam, gunakan atau bawalah sesuatu yang terang atau menyala atau gunakan jaket dengan fluoresensi, atau gunakan obor aar mudah dikenali oleh pengguna jalan raya.

    • Jangan pindahkan korban kecuali sangat perlu. Bila penolong harus memindahkan korban,metode pemindahan yang dilakukan sangatlah bergantung pada kondisi korban dan pertolongan yang tersedia.

    • Selalu waspada bahwa permukaan jalanan mungkin licin oleh karena oli dan atau bahan bakar.

    • Waspada bahwa kantung udara yang belum megembang ataupun tensioner sabuk pengaman yang belum diaktivasikan dapat menjadi ancaman kemananan

    • Penolong mencari tahu mengenai insiden dan menyambungkan informasi ini kepada pelayanan gawat darurta ketika telah sampai.

    • Untuk korban terluka yang ditemukan masih di dalam mobil, selalu asumsikan mengalami cedera leher. Sokong kepala korban sementara penolong menunggu bantuan medis profesional datang. Tenangkan korban dan jaga agar telinga korban tidak tertutup sehingga korban bisa mendengar penolong. 

Komentar Artikel KECELAKAAN LAULINTAS
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI