KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Senin 27 Juli 2015
by MelindaCare, via Artikel P3K
  • Seringkali korban menjadi histeris dan ketakutan akibat tidak memahami apa yang terjadi pada diri mereka dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Oleh karena itu penolong haruslah tenang dan dapat membantu menenangkan korban

  • Bila pada suatu kejadian terdapat lebih dari satu korban, maka lakukan survey primer untuk menangani korban dengan risiko paling tinggi yang menjadi prioritas utama.

Bangun Kepercayaan Korban

  • Perkenalkan diri, kenali identitas korban dan penolong duduk, berlutut atau memposisikan diri korban setara dengan korban.

  • Jelaskan situasi, kondisi, peran penolong, dan apa yang akan dilakukan oleh penolong dan selalu lakukan informed consent (tawarkan persetujan lisan) sebelum melakukan tindakan

  • Berikan korban waktu untuk bertanya dan menjawab, dan jawablah pertanyaan korban dengan hormat dan sopan.

Komunikasi Efektif

  • Sangatlah penting untuk menyeimbangkan komunikasi antara penolong dan korban sesuai usia, pendidikan, dan latar belakang korban; terutama bila korban tidak menggunakan bahasa yang sama dengan penolong

  • Selalu hormati harapan korban, bila terjadi kesulitan komunikasi verbal, komunikasi dapat dilakukan dengan tertulis, atau dengan menggunakan penerjemah.

  • Gunakan bahasa yang mudah dimengerti, dengan kalimat yang lebih pendek

  • Yakinkan orang tua atau wali korban selalu bersama korban dan ajak mereka ikut terlibat dalam setiap tindakan untuk mendapat kepercayaan orang tua pasien.

Jadilah pendengar yang baik

Dengarkan keluhan korban dengan seksama baik secara verbal dan non verbal

  • Buat kontak mata

  • Bicara dengan suara yang tenang dengan percaya diri, jangan bicara terlalu cepat

  • Berikan instruksi dengan sederhana (kalimat pendek, efektif) dan selalu afirmasi ulang apakah korban mengerti

  • Berikan anggukan atau suara afirmasi sebagai respon bahwa penolong mendengarkan korban

  • Gunakan isyarat tangan yang sederhana

  • Jangan memotong pembicaran korban

  • Bila korbna meolak bantuan, penolong hendaknya lebih sensitif pada perasaan korban. Jangan berikan tanda setuju atau sebaliknya. Korban yang menolak bantuan dapat disebabkan cedera kepala atau hipotermia. Jelaskan pada korban bahwa mungkin korba memerlukan bantuan medis. Segera telfon 118 atau RS terdekat. Temani dan pantau korban dari jarak jauh selama menunggu bantuan.

Minta Bantuan Tim Ahli

Situasi emergensi membuat penolong harus cekatan dalam melakukan berbagai tugas secara bersamaan seperti mengamankan korban, memberikan pertolongan pertama dan sebagainya. Terlebih bila korban berada di keramaian sehingga intervensi orang-orang yang tidak berkepentingan kadang membuat penolong kesulitan untuk bekerja. Dalam keadaan seperti ini, tetap tenang dan bicara dengan tegas t kepada orang-orang tersebut. Meminta bantuan kepada tim emergensi yang lebih ahli dapat menenangkan penolong dan membantu mengatasi keramaian.

  • Buat area sekitar korban menjadi aman

  • Segera panggil bantuan emergensi medis profesional 118 atau RS terdekat

  • Kontrol perdarahan dengan balut tekan bila terjadi.

  • Jaga privasi korban dengan meletakkan selimut atau selembar kain

  • Pindahkan korban ke tempat yang lebih tenang dan aman.

  • Selalu jaga agar barang-barang berharga milik yang dapat membantu identifikasi atau petunjuk mengenai kondisi korban tetap utuh bersama korban. Segala tindakan yang akan dilakukan penolong hendaknya dikomunikasikan pada korban bila sadar, atau pada saksi mata bila korban tidak sadar.

Buat Catatan

Saat penolong mengumpulkan informasi dan riwayat, mencatat akan membantu penolong dan tim emergensi profesional untuk memberikan penanganan yang lebih efektif dan tepat. Selalu ingat bahwa informasi apapun mengenai korban adalah privasi korban yang harus dijaga kerahasiaannya dengan hormat.

  • Catat identitas korban: usia, jenis kelamin, alamat, nomer kontak keluarga

  • Riwayat insiden, atau penyakit

  • Deskripsi singkat mengenai jejas

  • Prilaku yang tidak biasa atau aneh, atau perubahan prilaku’

  • Penanganan yang telah dilakukan oleh penolong pertama

  • Tanda vital: pernafasan, nadi, dan kesadaran

  • Riwayat medis korban, riwayat konsumsi obat-obatan atau pengobatan khusus

  • Identitas penolong

Memanggil Bantuan Medis Profesional

Beberapa catatan penting bagi penolong pertama saat melakukan panggilan telefon untuk banuan medis yang lebih profesional:

  • Catat identitas korban: usia, jenis kelamin, alamat, nomer kontak keluarga

  • Riwayat insiden, atau penyakit

  • Deskripsi singkat mengenai jejas

  • Prilaku yang tidak biasa atau aneh, atau perubahan prilaku’

  • Penanganan yang telah dilakukan oleh penolong pertama

  • Tanda vital: pernafasan, nadi, dan kesadaran

  • Riwayat medis korban, riwayat konsumsi obat-obatan atau pengobatan khusus

  • Identitas penolong

Komentar Artikel MENGHADAPI DAN MENANGANI KORBAN
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI