KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Kamis 23 Juli 2015
by MelindaCare, via Artikel P3K

Operasi penggantian sendi atau biasa disebut arthroplasty adalah operasi yang bertujuan untuk membuang bagian sendi yang rusak dan menggantinya dengan yang komponen sendi yang baru yang disebut dengan prosthesis. Sendi adalah struktur dimana kedua tulang bertemu, seperti lutut, panggul, dan bahu. Pembedahan ini dilakukan oleh dokter orthopaedi. Terkadang dokter tidak mengganti seluruh komponen sendi, tetapi hanya sebagian yang mengalami kerusakan saja.

Penggantian sendi akan meredakan nyeri dan membuat anda memiliki kualitas hidup yang lebih baik. Panggul dan lutut adalah sendi yang paling sering diganti. Sendi lain yang bisa diganti juga adalah bahu, jari, pergelangan kaki, dan siku.

Sendi ini diganti karena pengobatan secara medis tidak dapat lagi mengurangi nyeri atau kecacatan yang terjadi karenan suatu kerusakan. Kerusakan ini biasanya disebabkan arthritis (radang sendi) baik dikarenakan proses penuaan ataupun cedera yang pernah didapat sebelumnya, penyakit autoimun seperti rematik, atau pada pasien yang mengkonsumsi obat-obatan steroid dalam jangka panjang . Permukaan rawan sendi yang telah rusak tidak dapat tumbuh kembali sebagaimana asalnya.

Dokter akan menganjurkan pasien menjalani operasi penggantian sendi jika seseorang mengalami kerusakan sendi disertai nyeri yang mengganggu dan sedikit atau bahkan tidak dapat diredakan dengan obat, fisioterapi, dan metode terapi lainnya. Dokter akan menilai kerusakan sendi anda melalui X Ray, CT Scan, atau MRI. Terkadang evaluasi detail memerlukan arthroscopy, suatu kamera kecil yang dimasukan ke dalam sendi untuk menilai kerusakan sendi.

Kellgren dan Lawrence membagi stadium beratnya kerusakan sendi yaitu stadium (1) di mana mungkin terdapat osteofit (pengapuran tulang), (2) tampak osteofit dan mungkin telah terjadi penyempitan sendi, (3) tampak banyak osteofit, telah terjadi penyempitan jarak sendi, penebalan tulang baru pada permukaan sendi (sklerosis), dan mungkin telah terjadi perubahan bentuk tulang pada sendi, dan stadium (4) bila jarak sendi sangat menyempit dan perubahan bentuk terjadi bahkan sendi dapat tampak menyatu.

Proses perusakan yang dikarenakan radang sendi ini dapat diperlambat dengan beberapa cara antara lain mengurangi berat badan, fisioterapi dengan menguatkan otot di sekitar sendi atau mengurangi nyeri, konsumsi obat anti inflamasi non steroid, glukosamine, dan kondroitin sulfat, injeksi viskosuplementasi atau kortikosteroid, atau dengan mengurangi kegiatan yang memberatkan keluhan dan memakai tongkat sebagai alat bantu.

Namun perlu diingat bahwa konsumsi obat anti radang jangka panjang mempunyai efek samping berbahaya yang terkadang dapat menimbulkan bahaya kematian, demikian pula dengan suntikan steroid ke dalam sendi anda yang dilakukan terus menerus akan menambah kerusakan sendi, meskipun pada awalnya dapat mengurangi nyeri.
Usaha ini biasanya tidak lagi membantu pada stadium 3 dan 4 sehinggapenggantian sendi dapat dipertimbangkan.

Alternatif lain dari operasi penggantian sendi adalah osteotomi, dimana sebagian tulang dipotong untuk membuat garis sendi menjadi mendekati normal. Operasi ini lebih sederhana daripada mengganti sendi, namun waktu pemulihannya ebih lama dan tidak memberikan hasil yang baik terutama jika kerusakan sendi sudah lanjut.

Prosthesis sendi dapat terbuat dari plastik, metal, keramik. Prosthesis tersebut dilekatkan ke tulang menggunakan semen ataupun tanpa semen, sehingga memungkinkan tulang tumbuh masuk ke dalam prosthesis. Kedua metode tersebut dapat dipergunakan untuk membuat sendi baru tetap pada tempatnya. Penggunaan semen lebih sering bagi pasien yang usianya sangat lanjut dengan kualitas tulang yang buruk. Metode tanpa semen lebih banyak dipergunakan bagi pasien-pasien yang usianya masih relatif belum terlalu tua dan masih aktif serta mempunyai kualitas tulang yang masih baik.

Sendi baru ini dapat bertahan setidaknya 10 hingga 15 tahun. Oleh karenanya pasien yang usianya relatif muda bisa menjalani lebih dari satu kali operasi penggantian sendi.

Penggantian sendi semakin sering dilakukan. Di Amerika Serikat, setiap tahun setidaknya 773.000 orang diganti sendi panggul dan lututnya. Di Indonesia, belum ada data jumlah yang pasti, namun jumlah pasien yang menjalani operasi penggantian sendi ini semakin lama semakin banyak.

Penelitian menunjukkan meskipun anda berusia lanjut, sendi yang baru memungkinkan anda tetap dapat beraktivitas dengan baik. Namun demikian setiap pembedahan mempunyai risiko. Risiko operasi penggantian sendi bergantung pada status kesehatan anda sebelum operasi, seberapa berat kerusakan sendi, dan jenis pembedahan yang dilakukan.

Risiko operasi

Setiap prosedur operasi memiliki resiko terjadinya komplikasi meskipun angka keberhasilan operasi penggantian sendi ini cukup baik. Komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya:

  • Infeksi area luka operasi maupun sendi yang baru dapat terinfeksi. Infeksi dapat terjadi saat anda masih dirawat ataupun saat telah kembali ke rumah. Infeksi juga dapat terjadi beberapa tahun kemudian akibat penjalaran infeksi dari tempat lain. Infeksi luka operasi dapat ditangani dengan pemberian antibiotik, namun infeksi struktur sendi yang baru memerlukan tindakan operasi kembali untuk membersihkan.

  • Bekuan darah jika aliran darah melambat, sel-sel darah mudah membentuk bekuan darah yang dapat menyumbat aliran darah. Sumbatan ini dapat terjadi di tungkai ataupun di tempat-tempat yang vital seperti otak dan paru. Bekuan darah ini dapat dicegah dengan pemberian obat-obatan tertentu oleh dokter, penggunaan stoking khusus, latihan gerakan-gerakan sendi segera pasca operasi untuk melancarkan aliran darah.

  • Sendi baru menjadi longgar (loosening) sendi anda yang baru bisa saja bergeser dari tempat seharusnya akibat longgar, jika hal ini terjadi maka diperlukan operasi kembali.

  • Dislokasi biasanya terjadi pada sendi baru panggul, jika hal ini terjadi kebanyakan tidak memerlukan operasi kembali, cukup dengan ditarik dengan pembiusan.

  • Aus (wear) Keausan sendi yang baru cepat atau lambat akan terjadi. Jika sendi yang baru menjadi aus akan menyebabkan sendi baru menjadi longgar dan hal ini memerlukan operasi kembali untuk memperbaikinya.

  • Cedera saraf dan pembuluh darah Saraf dan pembuluh darah sekitar sendi berisiko terkena cedera saat operasi, namun hal ini sangat jarang terjadi

Proses operasi

Tim operasi akan melakukan pembiusan, sehingga pasien tidak mengalami nyeri. Pembiusan dapat dilaksanakan secara regional, yaitu hanya bagian pinggang ke bawah yang tak terasa ataupun dilaksanakan secara total, dimana anda akan tidur. Selanjutnya tim bedah akan melakukan operasi penggantian sendi.
Masing-masing pembedahan tidaklah sama. Pada umumnya penggantian sendi lutut dan panggul memakan waktu kurang dari 2 jam kecuali jika terdapat komplikasi.

Pasca pembedahan pasien akan berada di ruang pemulihan selama 1-2 jam hingga anda sadar penuh. Selanjutnya jika dinilai perlu maka pasien akan dirawat di ruang rawat intensif selama 24 jam pasca pembedahan untuk pemantauan ketat, sehingga menjamin seseorang kondisi yang baik pasca pembedahan, karenanya penting memperhatikan apakah rumah sakit yang dipilih mempunyai ruang perawatan intensif yang memadai untuk memantau kondisi pasca pembedahan.

Pasca operasi

Pasca penggantian sendi lutut atau panggul, pasien akan dilatih untuk berjalan sehari pasca pembedahan. Awalnya pasien akan berjalan dengan alat bantu. Pasien akan merasakan sedikit nyeri pada daerah pembedahan. Program fisioterapi untuk menguatkan otot dan melenturkan sendi dimulai segera pasca operasi. 

 

penulis : Yoyos Dias Ismiarto, dr. SpOT (K),Mkes,CCD

Komentar Artikel Operasi Penggantian Sendi
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI