KATEGORI ARTIKEL
PENCARIAN ARTIKEL
CARI
Senin 03 November 2014
by MelindaCare, via Artikel P3K

Pertolongan pertama pada kecelakaan, Anda harus memahami prinsip dasar pemindahan korban/ prinsip transportasi korban untuk penanganan tepat korban sebelum bantuan medis profesional datang. Apa saja yang menjadi prinsip umum transportasi korban? Simak penjelasannya sebagai berikut:

1) Sebelum memindahkan korban:
- Selalu ingat bahwa penolong hanya memberikan pertolongan pertama sebelum bantuan medis profesional datang, terutama untuk cedera serius.
- Pada kebanyakan cedera serius, SEGERA panggil ambulans dan tangani korban dengan pertolongan pertama ditemapat korban di temukan. Ambulans dapat datang dalam hitungan  menit dengan staf ang lebih terlatih dan dilengkapi alat-alat yang lebih canggih.
- JANGAN memindahkan korban dengan cedrea BERAT kecuali dalam keadaan gawat darurat yang mengancam nyawa (eg. Kebakaran, gas beracun atau ledakan)

2) Menangani Cedera
- Selalu pindahkan  korban dengan cara yang benar dan hati hati agar bagian yang terluka hanya mengalami manupulasi minimal untuk menghindari perlukaan lebih lanjut.
- Semua cedera harus diamati lebih lanjut, selalu lakukan pemeriksaan ulang pada pernafasan dan detak jantung korban.
- Pada kasus keracunan, jaga korban pada posisi pemulihan (Lihat pedoman posisi pemulihan >> inbound link: posisi pemulihan) agar muntahan yang terjadi dapat mengalir keluar dari mulut dan kerongkongan pasien.
- Bagian tubuh dengan luka terpotong atau luka bakar yang parah harus diposisikan lebih tinggi saat korban dipindahkan.
- Tulang yang patah harus selalu dilakukan pembidaian sebelum pasien dipindahkan.
- Dislokasi sendi atau sendi yang terkilir harus segera dilakukan pembidaian untuk imobilisasi sebelum dipindahkan.
- Pada dugaan perlukaan dalam yang serius, amati tanda RENJATAN / SYOK pada korban.
- JANGAN biarkan korban bertindak ceroboh dengan berjalan sendirian tanpa bantuan contoh pada kasus cedera lutut atau pergelangan kaki.



3) Mengangkat Korban
- Gunakan seluruh bantuan yang mungkin didapat. Minimal penolong 2 orang,  satu sebagai pemimpin yang memberi instruksi (sebaiknya penolong yang berpengalaman memberikan pertolongan pertama) dan mengkoordinasi.
- Minimalkan tindakan yang tidak penting bahkan berisiko pada pasien.
- Selalu perkirakan berat pasien terlebih dulu.
- Penolong menekuk lutut saat berjongkok (posisi kuda-kuda) untuk menahan berat pasien, dengan punggung lurus dan tegak,
angkat korban dengan meluruskan kaki sehingga aman bagi korban.

- Bebaskan jalan/ jalur evakuasi yang akan dilalui sebelum memindahkan korban
- JANGAN membuat diri sendiri menjadi korban karena mengangkat korban yang telalu berat.  
- Cara mengangkat korban:

A. Penopang dengan menggendong seperti bayi
Tepat untuk bayi dan anak kecil. Angkat secara perlahan dengan satu tangan di bawah lipatan lutut, tangan lainnya di bawah leher dan punggung

B. Metode Piggy Back (menggendong seperti tas punggung)
Sesuai untuk korban dengan cedera ringan (contoh: kaki terkilir) dan dapat mencengkram dengan tangannya
 
C.Kruk/ Krek manusia
- Sesuai untuk korban dengan cedera kaki. Penolong berdiri pada sisi terluka korban, lengan korban diletakkan di leher
 penolong dan tangan korban memegang tangan penolong. Lengan penolong diletakkan di sekitar pinggang korban
- Berjalanlah dengan langkah perlahan yang disesuaikan dengan korban.
- Metode ini TIDAK boleh dilakukan pada korban dengan cedera pergelangan tangan atau dada



D.Kursi dua tangan    
- Minimal 2 penolong dibutuhkan untuk melakukan ini, sesuai untuk korban yang tidak dapat mengalungkan lengan
- Kedua penolong berdiri saling menghadap di kedua sisi korban korban menghadap ke depan. Kedua tangan penolong yang dekat sisi korban saling bersilang pada pinggang pasien. Letakkan tangan lainnya pada paha korban dan saling mengunci dengan menggunakan sapu  tangan membentuk kursi dengan sandaran pada panggul, dan posis lengan yang menyilang pada punggung harus melewati ketiak  korban agar posisi korban stabil saat diangkat.



E.Kursi empat tangan
- Minimal penolong dua, sesuai untuk korban yang sadar dan dapat duduk dengan baik  dan tangan korban masih berfungsi.
- Posisikan pergelagan tangan satu dengan pergelangan tangan penolong lainnya seperti di gambar. Letakkan dudukan dari lengan tersebut pada paha korban. Minta korban duduk di atas kursi tersebut dan untuk meletakkan tangan di sekitar leher penolong.



Metode Transport

1)Mobil
A. Korban dapat dibawa untuk bantuan medis dengan menggunakan mobil, dalam keadaan berikut:
- Korban hanya mengalami cedera ringan seperti luka potong atau bakar ringan, sendi yang terkilir atau keseleo (bila luka terkilir sudah dilakukan pembidaian)
- Patahan tulang minor pada tulang jari tangan atau kaki
- Korban dicurigai keracunan, dan JANGAN lupa untuk membawa kemasan racun yang diduga.
- Jika penolong ragu, lebih baik memanggil ambulans dibanding membawa korban dalam mobil pribadi.

B. Memindahkan korban dengan mobil biasa
- Jika memungkinkan, pilihlah mobil dengan kapasitas besar (agar posisi korban lebih aman)
- Letakkan korban pada kursi belakang, dengan bantalan yang cukup sebagai penyanga tubuh yang baik , lengkap dengan jaket atau selimut untuk menjaga suhu tubuh korban. Penolong harus berada di kursi belakang bersama korban.
- Bila korban tidak sadar, posisikan dalam posisi pemulihan
- Menyetirlah secara perlahan dan stabil ke RS terdekat, sebaiknya telfon RS yang dituju sebelum memindahkan korban dan mencari jalan yang bebas hambatan karena pada saat memindahkan korban, pengemudi lain  tidak akan mengetahui bahwa mobil yang dipakai sedang membawa korban.


                                            
2)Strecher / Tandu
- Cedera yang cukup serius sehingga korban membutuhkan tandu untuk memindahkan korban tidak boleh dilakukan oleh penolong/ pemberi bantuan  yang tidak berpengalaman. Segera panggil ambulans
- Pada keadaan emergensi dan tidak tersedia tandu, gunakan daun pintu, meja , atau dengan papan sebagai pengganti/modifikasitandu. Gunakan jaket atau selimut untuk mengalasi dan sebagai bantalan pada bagian seperti belakang leher, panggul, dan lipatan lutut.


- JANGAN mengunakan tandu yang tidak dimodifikasi, kecuali bila tandu tersebut dapat menyokong korban dengan penuh.
- Laksanakan prinsip umum memindahkan korban (lihat sub bab cara mengangkat korban)

Prinsip dasar pemindahan korban / prinsip transportasi korban dapat Anda praktekkan saat pertolongan pertama pada kecelakaan untuk korban cedera. Lakukan langkah-langkah di atas saat memindahkan atau mengamankan korban ke lokasi lain sebelum bantuan medis profesional datang.

Notes:
1. P3K ini disajikan untuk memberikan pengetahuan umum dalam menangani kecelakaan.
2.Pihak Melinda Hospital tidak menyarankan langkah-langkah ini dilakukan oleh orang yang tidak terlatih
3. Karena itu teliti dan bertanyalah kepada pihak yang ahli menangani dan terlatih secara medis.

4. Bagi yang ingin menyadur untuk terlebih dahulu hubungi redaksi@melindahospital.com

 

Komentar Artikel Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan: Prinsip Dasar Pemindahan Korban
Leave A Reply
name
email address
website
message
captcha Ganti Kode Captcha  
   
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA ARTIKEL DI BAWAH INI